Pasukan Denjaka Latihan Free Fall di Lanudal Pondok Cabe

Jakarta, IDM - Prajurit Detasemen Jalamangkara (Denjaka) melaksanakan latihan Standar Kemampuan Perorangan Lanjutan (SKPL) Keparaan terjun free fall di Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (9/2).
Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Jumat (10/2), latihan terjun free fall dipimpin Komandan Detasemen Jalamangkara (Dandenjaka) Kolonel (Mar) Samson Sitohang.

Kegiatan tersebut juga menggunakan dukungan pesawat Casa TNI AL Skuadron 600 Wing Udara 1 dengan Call Sign U-6211 yang diawaki Kapten Pilot Lettu Laut (P) Nur Irfan dan Kopilot Lettu Laut (P) Puja Medirian dengan dropping zone di Lanudal Pondok Cabe.
Di sela latihan, Samson menyampaikan program latihan SKPL aspek udara ini merupakan program rutin yang bertujuan untuk terus meningkatkan profesionalisme, kemampuan, dan militansi prajurit Denjaka.
Baca: Tingkatkan Kemampuan Peperangan Laut, KRI RE Martadinata-331 Ikuti AMAN Exercise Pakistan

"Cuaca tidak bersahabat adalah teman bagi kami, sudah menjadi keharusan apapun rintangannya sebagai Denjaka harus terus berlatih dan memelihara kemampuan," ujarnya.
"Sebagai pasukan anti-teror aspek laut, kami arus selalu siap kapan dan dimanapun sesuai perintah dari komando atas dengan cepat dan tepat," imbuhnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































