HANKAM

Pasukan Badak Hitam Gelar Apel Pengecekan Ransel Protap

Prajurit Yonif 318 Kostrad.
Prajurit Yonif 318 Kostrad memeriksa isi ranselnya untuk memastikan kesiapan jika suatu waktu diberikan penugasan. (Foto: Dok. Penkostrad)

Jakarta, IDM – Bagi prajurit penugasan ke medan operasi adalah tugas mulia. Selain diperlukan fisik yang prima, pengecekan pada kelengkapan juga dibutuhkan.

Seperti yang dilakukan para prajurit Yonif 318 Kostrad yang melaksanakan apel pengecekan ransel prosedur tetap (protap) dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi situasi kontinjensi dan tugas operasi.

Baca Juga: TNI dan Militer se-ASEAN Bahas Dampak Pandemi Covid-19 dan Tantangan Biosiber

Kegiatan yang dipimpin Pasi Ops Yonif 318 Kostrad, Lettu Inf Fikri Ahmad tersebut berlangsung di Yonif 318 Kostrad, Kabupaten Lebak, Banten, pada Kamis (26/6).

Apel pengecekan tersebut difokuskan pada pemeriksaan isi ransel sesuai dengan ketentuan protap, yakni kelengkapan logistik dan perlengkapan pribadi untuk bekal selama tiga hari.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan setiap prajurit dalam kondisi siap operasional kapan saja dibutuhkan.

Komandan Batalyon Infanteri 318/Adhirajasa Yudha, Letkol Inf Agung Ariwibowo menegaskan bahwa apel pengecekan ini merupakan bentuk kesiapan dan tanggung jawab setiap prajurit Yonif 318 Kostrad.

Baca Juga: Sembilan Materi Pelatihan Akan Diberikan di Super Garuda Shield 2025, Ada Penanggulangan Ancaman Siber

“Apel gelar pengecekan protap ini bukan hanya sekadar mengecek isi dalam ransel saja, bilamana Ksatria Badak Hitam sewaktu-waktu dibutuhkan secara tiba-tiba, semua anggota siap bergerak untuk melaksanakan tugas dan tidak perlu lagi mencari perlengkapan yang dibutuhkan,” tegas Danyon dalam rilis yang diterima Senin (30/6).

Kegiatan ini mencerminkan profesionalisme dan kesiapan satuan dalam mendukung setiap tugas yang diberikan, baik dalam skala lokal maupun dalam penugasan yang lebih luas. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.