Pastikan Keamanan Perbatasan RI-Malaysia, Asops KSAD Tinjau Pos Komando Taktis Gabma Entikong

Jakarta, IDM – Asisten Operasi (Asops) Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Mayjen TNI Aminton Manurung, meninjau Pos Komando Taktis Gabma Entikong di bawah Satgas Pamtas RI-Malaysia, Jumat (24/4).
Peninjauan dilakukan untuk melihat situasi riil serta capaian pelaksanaan tugas Satgas Pamtas dari Yonarhanud 1 di wilayah perbatasan.
Baca Juga: Alasan Pangkopassus Larang Prajurit Tanpa Kualifikasi Komando Pakai Baret Merah
Dalam arahannya, Aminton memberikan apresiasi terhadap kinerja Satgas yang dinilai telah dijalankan secara baik.
Meski begitu, ia menekankan kepada seluruh prajurit untuk terus meningkatkan kewaspadaan, selalu siap siaga, serta mengutamakan faktor keamanan agar risiko, baik secara personel atau materiil dapat diminimalisir.
“Satgas Pamtas merupakan representasi TNI dan bangsa Indonesia di wilayah perbatasan. Tampilkan yang terbaik, jaga nama baik satuan dan terus tingkatkan prestasi,” Kata Aminton dalam rilis Penerangan Kostrad dikutip, Senin (27/4).
Baca Juga: TNI AD Klarifikasi Dugaan Anggotanya Ditangkap Brimob di Makassar
Selain meninjau Pos Komando Taktis Gabma Entikong, Asops KSAD beserta rombongan juga meninjau Pos Gabma Tebedu untuk memastikan kondisi personel yang bertugas di wilayah Malaysia.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian tali asih serta pertukaran plakat dengan Pemangku Panglima 3 BGD Tentera Darat Malaysia, Kolonel Rosezaimee bin Abdullah. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































