HANKAM

Pasmar 1 Cek Kesiapan Jelang Pengukuhan Bintang Tiga Dankormar

Marinir
Pasmar 1 gelar apel kesiapan pengukuhan dan pelantikan Pangkormar, Cilandak, Jakarta, Rabu (5/3). (Foto: Dok. Pasmar 1)

Jakarta, IDM – Pasmar 1 menggelar apel kesiapan menjelang pengukuhan dan pelantikan bintang tiga atau Letjen terhadap Komandan Korps Marinir (Dankormar), Cilandak, Jakarta, Rabu (5/3).

Apel tersebut dipimpin oleh Komandan Pasmar (Danpasmar) 1 Brigjen (Mar) Umar Farouq untuk memeriksa langsung kesiapan prajurit dan alutsista yang akan digunakan pada acara pengukuhan dan pelantikan.

Seluruh material tempur Pasmar 1 tergelar mulai dari kendaraan tempur, taktis, dapur lapangan, kesehatan hingga tenda serbaguna, alat komunikasi serta berbagai material perorangan dan satuan lainnya.

Baca Juga: Intip Tradisi Prajurit Tri Dharma Sebelum Tugas Operasi di Papua

"Terima kasih kepada seluruh prajurit Pasmar 1 yang berada di wilayah Jakarta atas kesiapannya menggelar seluruh personel dan material pada kegiatan apel gelar ini," ucap Farouq, dikutip dari keterangan Pasmar 1.

Farouq menekankan, Pasmar 1 selalu siap untuk terlibat dalam pelaksanaan pengukuhan dan pelantikan pangkat bintang tiga Dankormar. "Persiapkan seluruh personel dan material dari sekarang agar kita tidak (secara) dadakan untuk melaksanakan kegiatan tersebut," pesannya.

Adapun pemberian pangkat bintang tiga akan diberikan kepada Dankormar yang saat ini dijabat oleh Mayjen (Mar) Endi Supardi. Hal ini diungkapkan oleh Endi sejak momen HUT ke-79 Korps Marinir, pada November 2024 lalu.

Baca Juga: Warga Aceh Serahkan 20 Pucuk Senpi Sisa Konflik ke TNI

Saat itu, Endi mengaku Presiden Prabowo Subianto sendiri yang memberikan “restu”. Semula, rencana pangkat bintang tiga tersebut diberikan Prabowo kepada Dankormar sebagai kado istimewa untuk HUT ke-79 Korps Marinir.

"Insha Allah, kalau Allah mengizinkan Korps Marinir menjadi berkah, bapak presiden sudah memberikan restu. Kata beliau, Korps Marinir nanti dipimpin oleh Letjen atau perwira tinggi (pati) berpangkat (bintang) tiga," ungkapnya, dikutip dari siaran podcast di YouTube TNI AL, Sabtu (16/11) lalu.

Endi berharap realisasi komandan Marinir dipimpin oleh Letjen, dapat segera terwujud. Menurutnya, hal tersebut layak mengingat kiprah prajurit Marinir yang selama ini selalu mengabdi dengan tulus untuk bangsa dan negara.

Baca Juga: UN Women Ungkap Potensi Perempuan Jadi Agen Perdamaian

"Korps marinir tidak pernah meminta apa-apa, tapi selalu berkontribusi dalam perjalanan sejarahnya untuk bangsa dan negara," kata Endi.

Bersamaan dengan pemberian pangkat Letjen, nantinya nama jabatan Dankormar dalam struktur organisasi berubah menjadi Panglima Korps Marinir (Pangkormar). Tak hanya itu, pengukuhan bintang tiga juga akan diberikan kepada Komandan Kopassus (Dankopassus) menjadi Panglima Kopassus (Pangkopassus) dan Komandan Kopasgat (Dankopasgat) menjadi Panglima Kopasgat (Pangkopasgat). (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.