Pasca-Enam Bulan Tugas, Dankormar Sambut Kepulangan Prajurit Marinir Satgas Cartenz 2023

Jakarta, IDM - Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen (Mar) Endi Supardi, memimpin penerimaan Satgas Operasi Damai Cartenz 2023 di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta, Selasa (2/1).
Kegiatan diawali dengan pengalungan bunga oleh Endi kepada ketua Satgas Lettu (Mar) Sofi Rahmadani Ilmi. Dalam amanatnya, ia mengatakan Korps Marinir selalu mendapat kepercayaan dari Negara untuk menjaga kedamaian di berbagai wilayah NKRI.
Baca Juga: TNI di Perbatasan Nunukan Sita Senjata Api Jenis Penabur dari Warga
"Sejarah telah mencatat perjuangan kalian, seluruh jerih payah, pengorbanan serta pengabdian kalian yang tak mengenal lelah dalam melaksanakan tugas," ujar Endi, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Rabu (3/1).
Endi mengatakan, selama enam bulan prajuritnya tersebut mewakili Korps Marinir yang tergabung dalam Satgas Damai Cartenz. Menurutnya, keberhasilan tugas yang telah dilaksanakan harus dijadikan acuan untuk menggapai kesuksesan dalam penugasan yang akan datang.
Baca Juga: Panglima TNI Sapa Babinsa se-Jawa Tengah Saat Dampingi Presiden Jokowi Kunker
"Selama kalian di medan penugasan saya telah mendengar keberhasilan kalian dalam menumpas 5 tokoh KSTP dan mendapatkan 4 pucuk senjata api dari tangan mereka," ungkapnya.
"Untuk itu kepada para komandan satuan Korps Marinir di manapun kalian berada, teruslah bina prajurit dengan semangat berlatih agar selalu dapat mengukur keberhasilan di setiap tugas operasi," imbuhnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































