HANKAM

Para Penegak Hukum Laut Berkumpul di Malaysia, Bahas Implementasi UNCLOS-Penurunan Ketegangan Maritim

Para aparat penegak hukum
Para aparat penegak hukum di laut berkumpul dalam acara 16th Maritime Law Enforcement Dialogue (MLED 16) di Sarawak Malaysia. (Foto: Dok. Bakamla RI)

Jakarta, IDM – Para aparat penegak hukum di laut berkumpul dalam acara 16th Maritime Law Enforcement Dialogue (MLED 16) di Kuching, Sarawak, Malaysia, Rabu (12/11).

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Hukum Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Laksma Bakamla Fenny Akwan.

Dialog digelar untuk memperkuat kerja sama, berbagi pengalaman antarlembaga penegak hukum laut di kawasan, dan membentuk komitmen dalam memperkuat sinergi dan kerja sama regional.

Baca Juga: Perkuat Sinergi Antarmatra, TNI Kembangkan Model Latihan yang akan Direplikasi di Satuan-satuan

“Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mewujudkan komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan keselamatan laut yang aman, tertib, dan damai untuk masa depan yang berkelanjutan,” kata Fenny Akwan dalam siaran pers Bakamla RI, Kamis (13/11).

Materi pokok dalam MLED 16 terkait dengan implementasi United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) atau Konvensi PBB tentang Hukum Laut 1982, standar operasional prosedur pengumpulan bukti, dan teknik penuntutan kejahatan maritim.

Delegasi Indonesia
Delegasi Indonesia dipimpin Direktur Hukum Bakamla RI Laksma Bakamla Fenny Akwan. (Foto: Dok. Bakamla RI)

Dialog juga menggelar table top exercise dan dan simulasi latihan de-escalating maritime tensions in clandastain ship-to-ship atau menurunkan ketegangan maritim dalam aktivitas pemindahan kapal ke kapal secara ilegal.

Baca Juga: Pangdam XVII/Cenderawasih Tegaskan tak Ada Toleransi bagi Oknum TNI yang Sakiti Rakyat

MLED 16 dilaksanakan selama tiga hari dan diikuti oleh perwakilan aparat penegak hukum maritim dari negara Malaysia (APMM dan Jaksa), Filipina (PCG, Philippine Navy dan NMC, Department of Justice), Thailand (Thai-MECC, Thai Marine Police, Ministry of Justice and Office of Attorney General) dan Vietnam (VCG, Department of Justice, People’s Procuracy of Vietnam).

Dalam kesempatan MLED 16, Indonesia mengirimkan delegasi berasal Bakamla RI dan Kejaksaan Agung RI.

Fasilitator dalam MLED 16 diisi oleh United Nations Office on Drugs and Crime Global Maritime Crime Program (UNODC GMCP) Expert Consultant Kathryn Paik, Afanador Ceballos, Leonardo Bernard, Rodrigio Lorenzo, dan GMCP Expert Speaker Geoffrey Till. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.