Panglima Yudo Pastikan TNI Bersinergi dengan BNPT Hadapi Ancaman Teroris

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengatakan pihaknya terus berperan aktif mengantisipasi bahaya terorisme. Pernyataan tersebut dilontarkan Yudo di HUT ke-13 BNPT di Jakarta, Jumat (28/7).
Mengutip keterangan dari Puspen TNI Sabtu (29/7), ia juga memastikan TNI selalu bersinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Baca Juga: Prajurit Mekanis Raider Bangun Pos Kesehatan di Tengah Hutan, Beri Layanan untuk Warga Pedalaman
"TNI akan selalu bersinergi dengan BNPT maupun Polri dalam rangka penanggulangan ataupun antisipasi bahaya terorisme baik dengan hard atau soft approach untuk keamanan kita bersama," kata Yudo.
Baca Juga: Terima Audiensi Persatuan Dalang, Panglima TNI Dorong Pelestarian Budaya
Dalam agenda tersebut, Yudo dan sejumlah tokoh menerima apresiasi dari BNPT. Pucuk pimpinan TNI itu dianugerahi penghargaan sebagai pelaksana sinergitas. Trofi atas pujian tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BNPT, Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































