Panglima TNI Ungkap Rencana Jika Jadi Pensiun: Saya Kembali Bertani

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, mengungkapkan rencananya bakal bertani usai memasuki masa pensiun pada bulan depan.
"Ya bertani. Wong sudah pensiun. Saya dari (keluarga) petani, pensiun ya bertani lagi," ungkap Yudo usai acara penerimaan tim Rising Rise Tide A Ressonance di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat (6/10).
Disinggung mengenai rencana perpanjangan menjadi Panglima TNI, Yudo mengakui hal tersebut masih dalam proses, seperti apa yang dikatakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Baca Juga: Profil Mayjen TNI Choirul Anam, Jenderal Kopassus yang Jadi Komandan Upacara HUT TNI ke-78
"Ya, kemarin udah disampaikan pak Jokowi itu lho, masih dalam proses," kata dia.
Yudo menyebut dirinya hanya akan mengikuti perintah dan keputusan presiden. "Saya kan ikuti bahwa saya pensiun 26 November, sesuai (dari masa pelantikan tahun lalu) kelahiran saya. Ya sudah, pensiun," ujar Yudo.
Ia menegaskan dirinya tidak ingin beranda-nai mengenai rencana perpanjangan dirinya sebagai Panglima TNI. "Yang jelas saya siap pensiun 26 November," imbuhnya.
Sebelumnya, usai menghadiri HUT ke-78 TNI di Silang Monas, Kamis (5/10) kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, dirinya Jokowi tidak banyak komentar terkait merespons isu perpanjangan tersebut.
Baca Juga: Pembebasan Pilot Susi Air, Panglima TNI Tegaskan Tetap Persuasif: Cara Militer Bikin Dampak Besar
"Masih dalam proses, ya masih dalam proses," ungkap Jokowi.
Yudo Margono akan memasuki usia pensiun perwira tinggi (pati) TNI, yakni 58 tahun pada 26 November 2023. Namun, hingga sampai saat ini Jokowi belum mengirimkan nama calon pengganti Yudo ke Komisi I DPR.
Adapun, sejumlah perwira TNI AL menggugat batas usia pensiun TNI ke Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan ini dibuat agar MK mengabulkan Pasal 53 Undang-Undang TNI Nomor 34 Tahun 2004 agar batas usia pensiun perwira tinggi TNI dari 58 tahun ke 60 tahun. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































