HANKAM

Panglima TNI Tunjuk Kolonel Sadarianto jadi Dankopaska, Ini Rekam Jejaknya

Potret Kolonel Laut (P) Sadarianto
Potret Kolonel Laut (P) Sadarianto saat masih menjabat sebagai Dansatkopaska Koarmada II, pada 2024. Pengalaman panjangnya di satuan elit "Manusia Katak" kini membawanya dipercaya Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto sebagai Dankopaska yang baru. (Foto: Dok. Koarmada II)

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menunjuk wajah baru untuk memimpin satuan elite baret merah marun. Kolonel Laut (P) Sadarianto kini mendapat mandat sebagai Komandan Komando Pasukan Katak (Dankopaska) menggantikan Laksma Joko Andriyanto.

Penunjukan ini tertuang dalam surat keputusan panglima TNI nomor kep/159/II/2026 tanggal 3 Februari 2026. Dalam mutasi tersebut, Jenderal Agus merotasi total 99 perwira tinggi TNI yang terdiri dari 56 perwira TNI AD, 19 perwira TNI AL, dan 24 perwira TNI AU.

Baca Juga: Wakil Panglima TNI: Bulan Ini akan Ditentukan Jumlah Pasukan Perdamaian yang Dikirim ke Gaza

Kolonel Sadarianto merupakan sosok yang tumbuh besar di lingkungan pasukan elite. Sebelum dipercaya menjabat Dankopaska, lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-41 tahun 1995 ini menjabat sebagai direktur operasi Kopaska Koarmada RI. Rekam jejaknya juga mencatat kepemimpinan sebagai komandan satuan Kopaska Koarmada III di Sorong, Papua Barat Daya.

Selain di tubuh Kopaska, mutasi ini menyentuh perwira Korps Marinir dari lingkungan pengamanan presiden. Kolonel (Mar) Tri Haryanto yang sebelumnya menjabat Komandan Grup B Paspampres, kini mendapat promosi sebagai staf ahli tingkat II bidang kesejahteraan personel panglima TNI.

Berikut daftar lengkap 19 perwira TNI AL yang masuk dalam daftar mutasi terbaru:

Daftar Mutasi Jabatan dan Promosi

  1. Laksdya Edwin: Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal)
  2. Laksdya Erwin S. Aldedharma: Wakil Gubernur Lemhannas RI
  3. Laksda Monang Hatorangan S: staf ahli KSAL bidang Dokstraopslat
  4. Laksma Joko Andriyanto: Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) XI Merauke
  5. Kolonel Laut (P) Sadarianto: Dankopaska
  6. Kolonel Laut (H) Marimin: Wa-Orjen TNI Babinkum TNI
  7. Kolonel (Mar) Tri Haryanto: staf ahli yingkat II kesejahteraan personel panglima TNI
  8. Laksma Julshah N.Y.B: staf khusus KSAL
  9. Laksda Matjuri: staf khusus KSAL

Baca Juga: Indonesia Dapat Hibah Kapal Patroli dari Jepang Senilai 1,9 Miliar Yen, akan Dioperasikan TNI AL

Mutasi dalam Rangka Pensiun (Perwira Tinggi Mabesal)

  1. Laksda Ismu Edy Aryanto
  2. Laksda Yos Sumiarso
  3. Laksda Kris Wibowo
  4. Laksda Benny Febri
  5. Laksma Dwi Ari Purwanto
  6. Laksma Nursyawal Embun
  7. Laksma drg. Agung Mai Setiana
  8. Laksma Prio Budie Leksono
  9. Laksda Suhartono
  10. Laksda Enjud Darojat
    (at)
PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.