Panglima TNI Tinjau Kelengkapan Prajurit dan Satgas untuk Operasi Dalam Negeri

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meninjau bekal Kelengkapan Perorangan Lapangan (Kaporlap) dan Kelengkapan Satuan dan Lapangan (Kapsatlap) untuk Satuan Tugas (Satgas) operasi dalam negeri TA 2025, bertempat di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (30/10/2024).
Dilansir keterangan dari Puspen TNI, Kamis, (31/10) Kaporlap dan Kapsatlap merupakan perlengkapan dan peralatan yang sangat diperlukan untuk mendukung tugas di medan operasi nantinya, yang terdiri dari pakaian dinas lapangan, sepatu, helm, rompi pelindung, perlengkapan survival hingga perlengkapan tambahan seperti tenda, sleeping bag, dan alat masak.

Baca Juga: Perkuat Kerja Sama Pertahanan Udara, KSAU Terima Kunjungan Kehormatan PTUDB

Dengan kelengkapan yang memadai, para prajurit dapat melaksanakan tugas dengan efektif dan mengurangi risiko selama menjalankan tugas. Selain itu, perlengkapan yang memadai juga mampu mendukung aspek keselamatan dan kenyamanan, sehingga prajurit dapat fokus pada tugas operasi. Kesiapan ini menjadi salah satu kunci dalam keberhasilan setiap operasi yang dilakukan oleh prajurit TNI. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































