HANKAM

Panglima TNI Tegaskan Operasi Kemanusiaan Harus Cepat dan Aman

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan bahwa operasi kemanusiaan yang dilakukan oleh TNI selalu mengedepankan keselamatan personel dan keamanan alutsista.

Hal ini diungkapkan Agus menyoroti gugurnya tiga prajurit saat membantu evakuasi dan penanganan banjir bandang dan longsor di kawasan Jembatan Kembar Silaing, Padang Panjang. Mereka adalah Pelda Yudi Gusnadi (Subdenpom 5/XX), Serda Robi (Kodim 0307/TD), dan Prada Zeni Marpaung (Subdenpom 5/XX).

Baca Juga: KSAD Beberkan Manfaat Batalion Teritorial Pembangunan di Bencana Sumatra

"Saya tekankan dalam penanganan perbantuan agar tetap menjaga keamanan personel dan alutsista yang digunakan," ujarnya melansir keterangan tertulis Puspen TNI, Rabu (3/12).

Ia menuturkan, pengorbanan para prajurit itu menjadi pengingat bahwa tugas kemanusiaan adalah amanah mulia yang harus dilaksanakan dengan perhitungan matang dan standar keselamatan tertinggi. Adapun, distribusi bantuan telah dilakukan melalui beragam jalur dengan metode yang disesuaikan kondisi lapangan, mulai dari darat, laut, hingga udara.

Baca Juga: TNI AL Terjunkan Kapal Tanker KRI Bontang-907 untuk Penyaluran Bahan Bakar di Lokasi Terdampak Banjir-Longsor

"TNI sudah melaksanakan pengiriman lewat udara yaitu menggunakan sistem helibox, jadi barang itu dijatuhkan dari pesawat dalam bentuk box-box yang pakai baling-baling sehingga pada saat ke tanah tidak hancur," imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa metode Container Delivery System juga dioperasikan menggunakan pesawat CN-295 dan C-130 Hercules sebagai salah satu langkah strategis untuk memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah-wilayah yang benar-benar terisolasi. Melalui metode ini, paket logistik dijatuhkan dari udara dengan perhitungan akurat, sehingga distribusi dapat dilakukan meski akses darat tidak memungkinkan. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.