Panglima TNI Siapkan 25 Ribu Prajurit dan KRI untuk Pengamanan Nataru

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono bakal mengerahkan 25 prajurit TNI untuk membantu Polri dalam pengamanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023.
Hal tersebut merespons prediksi pemerintah yang menyebut pergerakan manusia pada saat libur Nataru 2023 nanti sebanyak 47 juta orang.
"Kita menyiapkan prajurit TNI untuk di BKO-kan dari Kodam, Lantamal, Koopsau kemarin kita siapkan kurang lebih 25 ribu prajurit. Kita siapkan untuk nanti di BKO-kan ke Polri yang ada di daerah," ujar Yudo kepada awak media di Jakarta, Rabu (21/12).
Selain itu, Yudo mengungkapkan unsur TNI AL juga mempersiapkan tiga kapal bantu rumah sakit untuk antisipasi terjadinya bencana alam yang membutuhkan pergerakan cepat KRI pada saat libur Nataru 2023.
"Bila penyeberangan dari kapal Pelni penuh atau ada kerusakan, kita juga siap backup. Kemarin, saya siapkan enam kapal LST untuk backup mungkin ada penyeberangan yang terkendala," ungkapnya.
Baca: Panglima TNI Yudo: Angkatan Laut Indonesia Harus Lebih Pede
Selain itu, Yudo juga memerintahkan standby SAR untuk unsur-unsur operasional lainnya.
"Kemungkinan dari pergerakan sebanyak ini ya kita harus antisipasi semuanya. Kemarin sudah saya sampaikan di dalam rapat terbatas untuk kesiapan TNI membantu Polri maupun pemerintah setempat dalam rangka pengamanan Nataru ini," ujarnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































