Panglima TNI: Selama Saya Masih Menjabat Jangan Takut dengan Mafia Tanah!

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono memastikan selama dirinya masih menjabat pihaknya tidak akan takut membasmi mafia tanah. Hal ini dikatakannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penyelesaian Tindak Pidana Pertanahan Tahun 2023 di Hotel Grand Mercure, Jakarta, Rabu, (8/11).
"Saya sampaikan kepada Dansatgas mafia tanah waktu itu tidak usah takut 'selama aku masih jadi Panglima TNI gak usah takut dengan siapapun' karena pak presiden juga seperti itu, pak menteri ATR sudah menjamin bahwa mafia tanah mesti digebug," kata Yudo.
Ia menyebut di lingkungan TNI mafia tanah ini benar-benar ada dan TNI banyak menghabiskan waktu untuk menyelesaikan persoalan tanah ini.
Baca Juga: TNI AD Salurkan 50 Truk Bantuan dan Uang 10 Miliar untuk Warga Palestina
"Saya kira saya akan menyampaikan bahwa mafia tanah ini bener bener ada dan terjadi di lingkungan TNI. Jadi kami di TNI sebenarnya banyak di habiskan waktu untuk menyelesaikan tanah karena banyak sekali tanah tanah TNI yang bermasalah, baik bersengketa dengan masyarakat, maupun dengan pihak lain dan juga banyak yg diserobot oleh mafia tanah," kata Yudo.
Ia mencontohkan pelaksanaan pembangunan di tanah Jati Karya Bekasi
yang luasnya 48 hektare. Menurut laporan, tanah tersebut jangan dibangun dulu karena masih bermasalah.
"Akhirnya saya cek surat suratnya bahkan seingat saya waktu saya pangkat kapten saya pernah tidur di salah satu perumahan di Jati Karya di rumah Irjen TNI kalau gak salah. Itu seinget saya punya TNI loh kok ini bisa dikuasai orang lain, saya coba cek suratnya semuanya," kata Yudo.
Baca Juga: Danlanud Atang Sendjaja: Sarana Prasarana yang Baik Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Dari sini Yudo mengaku kemudian melapor ke Kapolri dengan surat tembusan ke presiden, jaksa agung dan Menteri ATR.
"Semuanya kami tembusi sehingga dari Polri ditindaklanjuti bersama dengan satgas melaksanakan rapat-rapat ngecek dan sebagainya. Dan Alhamdulillah semuanya dengan perjalanan yang panjang dan berbagai macam rintangan dan sebagainya akhirnya berhasil. Dan saya berterima kasih satgas mafia tanah yang telah berhasil menyelesaikan tanah TNI 48 hektare yang bernilai Rp 10 triliun ini," kata Yudo. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































