Panglima TNI: Sejumlah Layanan Akan Diterima Prajurit Berupa KPR Hingga Simpanan

Jakarta, IDM - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal TNI Andika Perkasa melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bank BJB dengan TNI tentang Penyediaan dan Penggunaan Jasa Layanan Perbankan bagi Anggota TNI.
Sebelum melakukan penandatangan Nota Kesepahaman antara Bank BJB dengan TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa menanyakan tindak lanjut kongkrit setelah kerjasama ini berjalan langsung kepada Direktur Bank BJB, Yuddy Renaldi.
Dalam jawabannya Direktur Bank BJB menyampaikan telah mempersiapkan program-program sosialisasi sesuai dengan arahan Panglima TNI dalam pertemuan pembahasan kerjasama beberapa waktu yang lalu.
Diharapkan Jenderal TNI Andika Perkasa dengan sosialisasi yang masif kepada seluruh Prajurit TNI, produk-produk layanan perbankan yang ditawarkan dapat dipahami serta diminati Prajurit TNI, layanan yang ditawarkan antara lain pemberian fasilitas kredit konsumer dan ritel, kredit kepemilikan rumah (KPR), pengelolaan keuangan melalui berbagai produk simpanan Bank BJB, hingga pengelolaan Dana Pensiun melalui pemanfaatan program DPLK Bank BJB. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































