Panglima TNI Sebut KPLB Prajurit Bisa Terus Diberikan Tanpa Ada Batasan

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan bahwa kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada prajurit TNI tidak dibatasi.
Hal ini disampaikan Agus setelah memberikan penghargaan KPLB kepada Satuan Tugas (Satgas) Rajawali dan Komando Operasi (Koops) Habema di markas Koops Habema, Timika, Mimika, Papua Tengah, Jumat (2/1).
“Kenaikan pangkat luar biasa dapat terus diberikan kepada prajurit TNI tanpa adanya batasan, sepanjang didasarkan pada prestasi yang telah dicapai,” ujar Agus, dikutip dari siaran pers Pusat Penerangan TNI, Minggu (4/1).
Baca Juga: Jalani Dikma PaPK TNI TA 2026, Sembilan Alumni PPI Curug Disiapkan Menjadi Perwira Penerbang
KPLB diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2025 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2010 tentang administrasi prajurit TNI, di antaranya dalam Pasal 27 dan 48.
Terbaru, 115 personel TNI dari Satgas Rajawali dan Koops Habema mendapatkan KPLB setelah berhasil menguasai markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) di tiga lokasi pada operasi yang dilakukan Oktober hingga November 2025.
Penghargaan diberikan Panglima TNI dan disaksikan secara langsung Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di markas Koops Habema, Timika, Jumat (2/1).
“(Penghargaan) ini diberikan kepada prajurit TNI yang telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan prestasi luar biasa, sebagai bentuk apresiasi negara atas pengabdian dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur Panglima TNI.
Sementara itu, Menhan Sjafrie meminta kepada pimpinan TNI agar tidak pelit memberikan penghargaan ke para prajurit berprestasi.
“Jadi Panglima TNI jangan ragu-ragu, mereka yang berkeringat dan mereka yang rela berkorban untuk negara dan bangsa, berikan penghargaan. Saya sudah mendapat petunjuk dari Bapak Presiden (Prabowo Subianto) bahwa tidak ada penghargaan hanya satu kali,” kata Sjafrie.
Baca Juga: Raih Medali SEA Games 2025, Lima Atlet TNI AU Terima Penghargaan dari KSAU
Menhan RI juga ingin memperjuangkan keluarga prajurit yang mendapatkan KPLB agar sejahtera.
“Saya sebagai Menteri Pertahanan akan memperjuangkan mereka yang mendapatkan penghargaan pangkat luar biasa, akan saya perjuangkan, keluarganya juga mendapatkan kesejahteraan. Ini adalah konsekuensi dari pengabdian, tidak ada pengabdian yang sia-sia, semua pengabdian ada responsnya, semua pengabdian juga ada prestasinya,” kata Sjafrie. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































