HANKAM

Panglima TNI Sebut Ketahanan Pangan Bagian Integral dari Pertahanan Negara, Singgung Intervensi Asing

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saat memimpin kegiatan panen raya padi di lahan ketahanan pangan Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan di Desa Sidoarjo Ramunia, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (10/7/2025). (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan komitmen TNI dalam mendukung agenda nasional, khususnya Asta Cita ke-2 Presiden RI Prabowo Subianto, yakni mewujudkan swasembada pangan guna kemandirian bangsa.

Komitmen itu disampaikan Panglima Agus saat memimpin kegiatan panen raya padi di lahan ketahanan pangan Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan di Desa Sidoarjo Ramunia, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (10/7).

Baca Juga: Gunakan KRI TWD-526, Koarmada III Gelar Latihan Penanggulangan Bencana di Sorong

Dalam sambutannya, Agus mengatakan bahwa ketahanan pangan adalah bagian integral dari sistem pertahanan negara.
“Negara yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya akan rentan terhadap tekanan dan intervensi asing,” kata Agus dalam siaran pers Pusat Penerangan (Puspen) TNI, Jumat (11/7).

Agus berharap momentum panen raya ini dapat menjadi pemicu semangat baru dalam membangun Indonesia yang lebih tangguh, khususnya di sektor pangan.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
(Foto: Dok. Puspen TNI)

“Saya berharap kegiatan panen raya ini tidak berhenti sebagai seremoni semata, tetapi menjadi titik tolak lahirnya semangat baru untuk terus berkolaborasi, menjaga semangat gotong royong, dan berinovasi dalam membangun dan memperkokoh ketahanan pangan nasional,” ucap Panglima TNI.

Agus menyatakan, TNI terus mengambil peran aktif dalam mendorong kemandirian pangan melalui berbagai program nyata, di antaranya adalah pemanfaatan lahan tidur di lingkungan satuan TNI, pendampingan intensif ke petani oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa), pembangunan infrastruktur pertanian serta sinergi lintas sektor untuk mendorong penggunaan teknologi pertanian modern.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Tinjau Progres Pembangunan Batalyon Teritorial 838 di Selatan Jawa

Dalam acara itu, Agus juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada kelompok tani berupa paket sembako, benih, pupuk, dan alat mesin pertanian (alsintan), serta melepas kendaraan pengangkut bantuan beras untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Sumatera Utara.

Panglima TNI turut melaksanakan dialog interaktif secara virtual dengan SPPG di berbagai wilayah untuk memastikan program berjalan optimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.