Panglima TNI Rencanakan Pembentukan Batalion Olahraga

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto berencana membentuk satuan baru berupa batalion olahraga yang akan menjadi wadah khusus bagi atlet-atlet berprestasi dari berbagai cabang olahraga.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi TNI dalam pembinaan prestasi sekaligus peningkatan kontribusi Indonesia di ajang olahraga internasional.
“Sekarang kita akan membuat nanti batalion olahraga, di bawah Pusjaspermildas Mabes TNI,” ujar Agus seusai menghadiri penyerahan bonus kepada peraih medali SEA Games 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Batalion olahraga tersebut akan berada di bawah Pusat Jasmani dan Peraturan Militer Dasar (Pusjaspermildas) Mabes TNI, dan diisi oleh atlet-atlet yang direkrut baik dari internal TNI maupun dari kalangan sipil.
Agus menjelaskan Mabes TNI telah menyiapkan kebijakan khusus untuk merekrut atlet sipil agar dapat berdinas sebagai prajurit militer.
“Nah, orang-orang tersebut nanti cikal bakal yang akan nanti ikut berlaga di SEA Games dan kegiatan olahraga lainnya seperti Olimpiade dan sebagainya,” katanya.
Baca Juga: Telah Rampung 17 dari 42 Jembatan Bailey yang akan Dibangun TNI AD di Sumatra
Selain pengembangan sektor olahraga, Agus mengungkapkan TNI juga tengah membentuk unit-unit baru lainnya untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan strategis global.
“TNI sedang mengembangkan pembangunan unit-unit baru selain olahraga, banyak juga unit baru yang saya kembangkan sesuai dengan perkembangan lingkungan strategis yang sekarang sedang sangat dinamis berubah di dunia,” tuturnya.
Pada SEA Games 2025, tercatat 39 prajurit TNI turut berlaga dan menyumbangkan prestasi signifikan dengan raihan 19 emas, 18 perak, dan 17 perunggu.
Baca Juga: KSAD Terbang ke Aceh Tinjau Pembangunan Jembatan di Bener Meriah
Sebagai bentuk apresiasi, Mabes TNI memberikan berbagai penghargaan, mulai dari kenaikan pangkat luar biasa hingga kesempatan pendidikan lanjutan.
“Kemudian penghargaan yang diberikan kepada mereka, yaitu kenaikan pangkat luar biasa dua orang, pendidikan sekolah perwira 34 orang, dan pendidikan sekolah bintara tiga orang,” kata Agus.
Indonesia sendiri menutup SEA Games ke-33 di Thailand dengan menempati peringkat kedua klasemen akhir, mengoleksi 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu, sebuah pencapaian bersejarah sejak terakhir kali diraih pada 1995. (Ykb)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































