Panglima TNI Pimpin Sertijab Kasum, Kabais dan Dandenma

Jakarta, IDM -Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI dan Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Mabes TNI, bertempat di Subden Merdeka Barat Denma Mabes TNI, Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (27/10/2020).
Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/835/X/2020 tanggal 21 Oktober 2020, Kabais TNI dijabat oleh Letjen TNI Joni Supriyanto, sedangkan Kasum TNI dijabat oleh Letjen TNI M. Herindra, M.A., M.Sc. Sementara Dandenma Mabes TNI Laksma TNI Heru Wiyono digantikan oleh Kolonel Inf Haris Sufi Anwari.
Laksma TNI Heru Wiyono selanjutnya menjadi Pati Mabes TNI AL dan Kolonel Inf Haris Sufi Anwari sebelumnya menjabat sebagai Paban Utama Ops Sahli Panglima TNI.
Sebagai pejabat baru, Kasum TNI Letjen TNI M. Herindra, Kabais TNI Letjen TNI Joni Supriyanto dan Dandenma Mabes TNI Kolonel Inf Haris Sufi Anwari, melakukan penandatanganan pakta integritas dan berita acara serah terima jabatan, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. (rgp/wan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































