Panglima TNI Pimpin Apel Operasi Penegakan Ketertiban 2025

Jakarta, IDM – Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto memimpin apel Operasi Penegakan Ketertiban (Opsgaktib) dan Operasi Yustisi 2025 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (10/2).
Agus menegaskan operasi gaktib dan yustisi Polisi Militer TNI kembali digelar sebagai bagian dari komitmen penegakan huku. Ia menilai langkah ini efektif dilakukan untuk menjaga ketertiban dan kedisiplinan di lingkungan TNI.
Baca Juga: Jelang MNEK 2025, TNI AL Gelar Perencanaan Taktis
Pada kesempatan itu, ia juga memaparkan pentingnya peran Polisi Militer TNI. Dengan dimulainya operasi tersebut, ia berharap para polisi militer mampu mengemban tugasnya dengan baik.
"Polisi Militer harus mampu menjadi aparat penegak hukum yang mampu memberikan kontribusi positif terhadap penegakan hukum," jelas Agus, dikutip dari keterangan resmi Puspen TNI.
Baca Juga: Pengamat Militer Sebut 3 Faktor Pelibatan TNI untuk Urusi Pangan
"Tidak hanya di lingkungan TNI, namun juga dalam lingkungan nasional," sambungnya.
Mengusung 'Polisi Militer Siap Menegakkan Hukum, Disiplin Dan Tata Tertib Untuk Mewujudkan TNI PRIMA Sebagai Garda Terdepan Pertahanan Negara Menuju Indonesia Maju', 1.859 personel gabungan dari TNI, Polri, Kejaksaan Agung, Bea Cukai hingga Dinas Perhubungan menjadi peserta kegiatang tersebut. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































