Panglima TNI Pastikan Prajurit Terjerat Tindak Pidana Diproses Hukum

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menegaskan pihaknya akan selalu memproses hukum siapa pun prajurit yang terbukti melakukan tindak pidana.
Hal tersebut disampaikan Yudo usai menghadiri upacara HUT ke-78 TNI di Monas, Jakarta, Kamis (5/10).
"Pokoknya gini, masalah kasus enggak usah tanya lagi, pasti diproses hukum,” ujar Yudo.
Baca Juga: Sosok Mayjen Marinir Markos yang Dapat Bintang Yudha Dharma dari Jokowi
Ia pun mempersilakan awak media mengikuti setiap perkembangan kasus pidana yang melibatkan prajurit TNI.
"Ada enggak kira-kira TNI yang melakukan tindak pidana terus dibiarkan? Enggak ada,” jelasnya.
Yudo juga memastikan langkah TNI selalu jelas terhadap prajuritnya. Selain menindak tegas personel yang tersandung kasus hukum, TNI juga akan memberi penghargaan pada setiap prajurit berprestasi.
Baca Juga: HUT Ke-78 TNI: Kapal Selam hingga Perusak Kawal Rudal Sailing Pass di Surabaya
“Reward dan punishment selalu saya sampaikan, harus kita tegakkan,” tuturnya.
Mengutip Kompas, TNI kini tengah menangani dugaan kasus tindakan asusila yang melibatkan oknum prajurit Kostrad, Lettu AA. Selain itu, mereka juga sedang mendalami kasus dugaan penganiayaan terhadap warga sipil yang dilakukan oleh prajurit Paspampres bersama dua rekannya dari TNI AD. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































