Panglima TNI Minta Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meminta masyarakat agar tidak mudah terprovokasi.
Permintaan itu disampaikan Agus usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto di kediaman Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/8). Rapat membahas situasi terkini di Tanah Air.
Baca Juga: TNI Gelar Latihan Evakuasi Medis Udara dalam Super Garuda Shield
Dalam keterangannya kepada awak media di kawasan Sentul, Agus menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan persatuan di tengah masyarakat.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk sama-sama menciptakan rasa aman dan damai di semua wilayah Indonesia. Jangan mudah terprovokasi oleh ajakan-ajakan yang tidak bertanggung jawab, yang nantinya akan merugikan kita sendiri dan masyarakat,” kata Agus.
Lebih jauh, Panglima TNI menekankan bahwa setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat sebaiknya diselesaikan dengan cara yang arif, mengutamakan dialog, dan mengedepankan nilai-nilai hukum. Hal ini penting agar tidak terjadi eskalasi yang dapat merugikan kepentingan bersama.
Baca Juga: Kodam I/BB Bagikan 250 Paket Makanan Bergizi untuk Anak Sekolah dan Panti Asuhan
“Masalah yang ada, mari kita selesaikan secara musyawarah dan tentunya sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujar Agus.
Panglima TNI mengatakan, sinergi pemerintah bersama TNI dan Polri menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan keamanan, menjaga stabilitas nasional, serta memastikan persatuan dan kesatuan bangsa. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































