Panglima TNI Kirim Bantuan untuk Korban Bencana Alam di NTT

JAKARTA (IDM) – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. mengirimkan bantuan logistik untuk korban bencana alam di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut diterbangkan dengan menggunakan pesawat angkut milik TNI AU dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (8/4/2021).
Bantuan kemanusiaan sebanyak 12,4 ton diterbangkan dengan menggunakan pesawat angkut TNI AU C-130 Hercules A-1316 dari Skadron Udara 31 Halim Perdanakusuma. Bantuan tersebut berupa sembako, pakaian, selimut, biskuit, mie instant, sarung, susu bayi, masker, handuk, dan genset.
Sebelumnya, TNI telah mengirimkan bantuan personel dan Alutsista TNI untuk membantu evakuasi korban bencana dan melakukan rehabilitasi serta rekonstrusksi. Bencana alam yang terjadi di NTT, pada Minggu 4 April 2021 yang lalu sangat berdampak bagi masyarakat NTT baik kerugian materiil, korban jiwa dan luka-luka.
Dengan adanya bantuan ini diharapkan dapat membantu mengurangi beban penderitaan bagi masyarakat NTT yang tertimpa musibah bencana alam. (wan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































