HANKAM

Panglima TNI ke Kapolri: Mari Tingkatkan Lagi Sinergi Ini

Agus Subiyanto dan Listyo Sigit Prabowo
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menerima kunjungan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran di Mabes TNI. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto beserta jajaran berkomitmen untuk meningkatkan sinergi dengan Polri. Komitmen itu disampaikan setelah menerima kunjungan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (13/7).

Agus mengapresiasi sinergi TNI-Polri yang telah terjalin selama ini, sekaligus mengajak untuk terus meningkatkan kerja sama sesuai tugas pokok masing-masing.

“Terima kasih juga atas sinergi TNI-Polri yang selama ini telah dilaksanakan. Ke depan, mari kita tingkatkan lagi sinergi ini dengan beberapa kegiatan tentunya sesuai tugas pokok masing-masing dalam rangka untuk mempertahankan keutuhan wilayah,” kata Agus dalam keterangan pers.

Baca Juga: 82 Personel Raih Baret Pomau, Siap Tegakkan Hukum dan Disiplin di TNI AU

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Muhammad Nas menekankan bahwa pertemuan antara petinggi TNI dan Polri merupakan silaturahmi biasa.

“Tidak ada pembahasan spesifik dan tidak ada hubungan dengan isu-isu saat ini,” kata Nas.

Agus Subiyanto dan Listyo Sigit Prabowo
Kapolri Listyo Sigit mengatakan, silaturahmi tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Dalam pertemuan tersebut, Panglima TNI turut didampingi Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi, Kepala Staf TNI AD Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI AL Laksamana Muhammad Ali, Kepala Staf TNI AU Marsekal Mohamad Tonny Harjono, dan Kepala Staf Umum TNI Letjen Richard T.H. Tampubolon.

“Soliditas TNI dan Polri merupakan fondasi penting dalam menjaga persatuan bangsa dan menciptakan situasi keamanan yang kondusif,” tutur Nas.

Baca Juga: Kembali ke NKRI, Yujin Butiop Serahkan Senjata dan Bendera Bintang Kejora

Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit mengatakan, silaturahmi tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto agar TNI dan Polri terus memperkuat sinergi dan soliditas.

Kapolri juga menginstruksikan jajarannya, baik Kapolda hingga Kapolres, untuk terus menguatkan sinergi dan soliditas TNI-Polri. Listyo Sigit menyebutkan, ada pihak-pihak yang berupaya memecah belah TNI-Polri.

“Jadi di kesempatan ini tentunya kami bersama para pejabat utama akan terus meningkatkan sinergi dan soliditas dengan TNI. Dan tentunya terkait dengan hal-hal yang mungkin harus dibicarakan, harus dikomunikasikan karena ada hal-hal yang mungkin berusaha untuk memecah belah TNI-Polri, silakan untuk bisa langsung berkomunikasi dengan seluruh pejabat utama yang ada, kami terbuka untuk itu,” kata Kapolri.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.