Panglima TNI ke Italia, Bahas Kerja Sama di Bidang Operasi Hingga Siber

Jakarta, IDM – TNI berupaya menjalin kerja sama dengan Italia dalam bidang pendidikan, latihan, operasi hingga Siber. Hal ini ditandai dengan pertemuan bilateral Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dengan Kepala Staf Pertahanan Italia (Chief of Defence Staff) Admiral Giuseppe Cavo Dragone, di Markas Besar Angkatan Bersenjata Italia, Roma, Senin, (24/6/2024).
Baca Juga: KSAL Ungkap Setiap Tahun Ingin Tambah Alutsista untuk Pushidrosal
"Kami berupaya untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang seperti pendidikan, latihan, dan operasi. Siber merupakan salah satu topik khusus yang akan ditindaklanjuti ke depannya," kata Panglima TNI seperti dikutip dalam postingan Instagram @91agussubiyanto, Selasa, (25/6).
Panglima TNI juga mengatakan pertemuan ini juga sebagai momentum peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Italia.
Baca Juga: KSAD Lepas Hewan Langka di Daerah Latihan Kostrad
"Kunjungan ini juga menjadi lebih bermakna karena terlaksana bertepatan dengan momentum peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Italia," tulis Panglima TNI. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































