HANKAM

Panglima TNI jadi Warga Kehormatan Marinir, Soroti Transformasi Besar Pasukan Baret Ungu

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjadi inspektur upacara militer peringatan HUT ke-80 Korps Marinir di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta, Senin (17/11). (IDM/Muhammad Hidayat)

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menerima penyematan Baret Ungu sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir dalam upacara puncak HUT ke-80 Korps Marinir di Cilandak, Senin (17/11). Agus menyebut penyematan ini sebagai kehormatan besar sekaligus bentuk kedekatan emosional antara pimpinan TNI dan prajurit pasukan amfibi TNI AL.

“Tidak ada ungkapan yang tepat selain rasa syukur dan bangga menjadi bagian dari warga Korps Marinir,” kata Agus dalam sambutannya.

Di hadapan para prajurit baret ungu, Agus menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras Marinir selama 80 tahun menjaga kedaulatan negara. Ia menegaskan, peringatan HUT bukan hanya seremoni, melainkan momentum untuk menjaga nilai tradisi, sejarah pengabdian, serta menghormati para pendahulu yang gugur dalam tugas.

Baca Juga: TNI AD Kumpulkan 446 Komandan Satuan, Meminimalisir Ancaman Ideologi Bangsa

Marinir yang lahir pada 15 November 1945 selalu berada di garda terdepan berbagai palagan, baik dalam operasi militer perang maupun operasi militer selain perang. Agus menilai, sejarah panjang itu kini memasuki fase baru.

Agus Subiyanto
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saat melakukan inspeksi pasukan dalam upacara militer peringatan HUT ke-80 Korps Marinir di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta, Senin (17/11). (IDM/Muhammad Hidayat)

Ia juga menyoroti transformasi besar yang tengah berjalan di tubuh pasukan Baret Ungu. Salah satunya validasi organisasi yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto di Batujajar, Bandung, Jawa Barat, pada 10 Agustus lalu.

Dalam perubahan itu, struktur Marinir mengalami penguatan signifikan. Jabatan Dankormar yang sebelumnya mayor jenderal, kini naik menjadi Pangkormar berpangkat letnan jenderal. Selain itu, Marinir juga menambah lima batalyon baru dan satu brigif untuk memperkuat kemampuan amfibi.

Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Lanud Adi Soemarmo Peroleh Bantuan Alsintan dari Pemda Karanganyar

“Saya berharap Korps Marinir menjadi lebih andal dan profesional dalam setiap tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” tegas Agus.

Namun Agus mengingatkan kekuatan terbesar Marinir bukan hanya alutsista modern. Menurutnya, tekad dan kepercayaan rakyat adalah elemen yang membuat Marinir selalu relevan dan disegani. Karena itu, ia meminta seluruh prajurit terus memperkuat ikatan dengan masyarakat.

“Semangat Marinir bersama rakyat membangun Indonesia maju harus terwujud dalam setiap langkah dan misi yang diemban,” ucapnya.

Baca Juga: Penyiapan 20.000 Prajurit untuk Misi di Gaza, TNI Fokus Kapabilitas Kesehatan dan Zeni Konstruksi

Dalam upacara peringatan HUT ke-80 Korps Marinir ini, formasi pasukan yang tampil mencakup Kelompok Pataka Korps Marinir, Korsik, Kompi Bendera Perang Brigif 1 Marinir, SSK Pasukan Khusus gabungan Denjaka dan Denipam, serta SSB dari Pasmar 1, Pasmar 2, Pasmar 3, dan Brigif 4/Mar BS.

Berbagai alutsista tempur turut digelar sebagai material pendukung upacara, mulai dari tank BMP-3F, kendaraan pendarat amfibi BTR-50, kendaraan amfibi LVT-7A1, tank BTR-4, Howitzer, roket MLRS Vampire dan MLRS 90B, hingga kendaraan taktis Komob, ILSV, ATAV, sea rider, radar Hughes, dan truk dapur lapangan. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.