Panglima TNI Imbau Jajarannya Tidak Terprovokasi Isu di Media Sosial

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono meminta prajurit dan PNS TNI tidak terprovokasi, terlebih pada isu negatif yang tersebar di media sosial. Hal tersebut diungkapnya dalam apel khusus halalbihalal di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (2/5).
"Jangan terpancing dengan provokasi-provokasi di medsos yang membuat emosi pribadi ke hal-hal yang sifatnya pribadi atau individu," ungkap Yudo, dikutip dari siaran pers Puspen TNI, Rabu (3/5).
Baca Juga: KSAD Tinjau Pembangunan Rumah Dinas Prajurit Yonmek 516/Caraka Yudha
Penegasan Yudo tersebut dilatarbelakangi oleh kejadian yang mengganggu sinergi TNI-Polri, beberapa waktu belakangan. Ia mengingatkan, TNI-Polri yang kuat adalah kunci keamanan negara.
"Ingat, bahwa kekuatan negara, persatuan kesatuan negara diperkuat oleh TNI-Polri. Kuncinya pada TNI-Polri," katanya.
Yudo menjelaskan TNI sebagai institusi penjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI dibuat untuk melindungi rakyat. Menurutnya, akan celaka bila TNI-Polri sampai terpecah.
Baca Juga: Wingday Sekbang, TNI AU Lahirkan Generasi Penerbang Muda
"Kalau TNI-Polri sudah di pecah-pecah akan menjadi ancaman kita bersama dan awal dari kehancuran. Negara yang kuat karena TNI-Polri yang kuat," jelas Yudo.
Lebih lanjut, Yudo meminta para jajaran di Mabes TNI untuk selalu menjaga kepercayaan masyarakat. Ia menekankan sikap humanis namun tegas harus menjadi yang utama dalam menghadapi setiap masalah. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































