Panglima TNI: Demi Kesehatan Keluarga dan Lingkungan Laksanakan Isoter dan Vaksinasi

Bali, IDM - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., bersama Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., meninjau Lokasi Isolasi Terpusat (Isoter) bagi masyarakat Bali dan sekitarnya, bertempat di Hotel Grand Inna Bali, Minggu (29/08/21).
Dihadapan para pasien yang sedang melaksanakan Isoter, Panglima TNI menghimbau agar menyampaikan kepada saudara atau kerabat mereka yang masih melaksanakan isoman untuk mau melaksanakan isoter demi kesehatan keluarga dan lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI berkesempatan berdialog dengan pasien yang sedang melaksanakan Isoter.
"Bapak Ibu, bagaimana tempat Isoternya cukup nyaman kan, lalu makanannya bagaimana?" tanya panglima.
Pertanyaan Panglima TNI langsung disambut jawaban Perwakilan Pasien Isoter. "Nyaman sekali Panglima, makanannya pun nikmat serta pemandangan indah menaikan imun kami," jawab perwakilan pasien.
"Saya berpesan walaupun pemandangan indah, makanan juga nikmat, tapi ya jangan di extend (perpanjang) harinya," canda Panglima TNI yang disambut tawa dari pasien Isoter. Panglima TNI berharap agar para pasien lekas diberikan kesembuhan. (wan/man)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































