Panglima: TNI Butuh Perwira yang Mampu Bertugas dalam Operasi Multidomain

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan bahwa TNI sedang menyiapkan calon perwira yang mampu menghadapi tantangan peperangan modern.
Hal itu disampaikan Agus saat memimpin sidang pemantauan akhir (pantukhir) pusat penerimaan taruna Akademi TNI Tahun Anggaran 2026 di Gedung Lily Rochli, Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (29/7).
Baca Juga: Pesawat NC-212i A-2119 jadi Kekuatan Baru Skadron Udara 4
Panglima TNI menekankan bahwa dinamika lingkungan strategis dan perkembangan teknologi menuntut TNI menyiapkan calon perwira yang mampu bertugas dalam operasi multidomain.
“TNI membutuhkan calon perwira yang tidak hanya unggul secara fisik dan akademik, tetapi juga berintegritas, berkarakter, berpikir kritis, kreatif dan mampu bertugas dalam lingkungan operasi multidomain,” ujar Agus, dikutip dari siaran pers Pusat Penerangan TNI, Kamis (30/7).
Adapun sidang pantukhir pusat menjadi tahapan penentuan bagi calon taruna yang telah melalui serangkaian seleksi administrasi, kesehatan, jasmani, psikologi, mental ideologi, dan akademik.
Baca Juga: Kemhan: 33.785 Peserta Lolos sebagai Pengelola Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Batch 1
Melalui proses seleksi yang ketat, objektif, dan terintegrasi, TNI berupaya menjaring putra-putri terbaik bangsa yang memiliki kualitas unggul untuk mengikuti pendidikan pembentukan perwira TNI.
“Keputusan yang kita ambil akan menentukan kualitas perwira TNI pada masa depan. Oleh karena itu, setiap penilaian harus dilandasi integritas, objektifitas, profesionalisme, dan rasa tanggung jawab kepada bangsa negara serta institusi TNI,” kata Panglima TNI.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































