Panglima TNI Bertemu Chief Of Defence Staff Inggris, Bahas Pengembangan Teknologi Militer

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menerima kunjungan kehormatan dari Chief Of Defence Staff Inggris Admiral Anthony David Radakin di Kantor Subden Merdeka Barat, Kamis, (30/5).
Baca Juga: Satgas Pamtas Yonarmed 16/TK Gagalkan Penyelundupan Narkoba dari Malaysia
Dilansir keterangan dari Puspen TNI, pertemuan ini merupakan momen penting dalam kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Inggris seperti kolaborasi dalam latihan dan pengembangan teknologi militer termasuk membahas mengenai berbagai isu strategis.

"Keduanya juga membahas peluang untuk meningkatkan interoperabilitas dan pertukaran pengetahuan di bidang pertahanan," tulis keterangan Puspen TNI.
Baca Juga: Ratusan Personel Satgas Rimpac 2024 Berangkat ke Hawaii AS
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya kedua negara untuk memperkuat hubungan pertahanan dan memastikan keamanan di kawasan Indo-Pasifik. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan kedua negara dapat saling mendukung dan berkontribusi dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































