HANKAM

Panglima TNI Bentuk Satgas Darurat Jembatan, Ini Fungsinya

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto membentuk Satuan Tugas Darurat Jembatan. Satgas itu sebelumnya telah diungkap Jenderal Agus saat menutup Pendidikan Reguler (Dikreg) LIV Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI 2025 di Gedung Serasan, Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/12).

Jenderal Agus meminta lulusan Sesko TNI berperan dalam mendukung dan menyukseskan berbagai program strategis nasional yang menjadi arahan Presiden RI Prabowo Subianto, salah satunya Satgas Darurat Jembatan.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah menjelaskan, satgas tersebut bertugas membangun jembatan-jembatan yang putus di beberapa wilayah.

Baca Juga: Bekerja 24 Jam, TNI AD Kebut Bangun Jembatan Bailey di Aceh

Saat hari ulang tahun (HUT) Guru 25 November lalu, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa ada beberapa jembatan yang putus. Akibatnya, akses siswa ke sekolah ikut terputus.

“Siswa-siswa tidak bisa menjalankan pendidikannya. Jadi mereka harus melewati sungai, berbasah-basahan, kemudian pakai alat darurat seadanya yang membahayakan siswa sendiri. Oleh karena itu, Panglima TNI langsung berkomitmen untuk membangun jembatan-jembatan gantung tersebut,” kata Freddy dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (5/12).

Pada hari ini, Sabtu (6/12), Panglima TNI dijadwalkan meresmikan pembangunan jembatan di Sukabumi, Jawa Barat.

Baca Juga: TNI AL Resmikan Pusat Komando Kendali Kapal Selam: Operasi Bawah Laut Kini Diawasi Berkala

“Itu memang khusus untuk tadi, prioritas para pelajar yang memang membutuhkan, serta masyarakat sehingga bisa terhubung kembali jalur ekonomi dan pendidikan di wilayah,” ujar Freddy.

Kapuspen TNI mengatakan, selain untuk jembatan gantung, satgas juga berperan dalam membangun jembatan bailey di lokasi bencana banjir dan longsor Sumatra. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.