HANKAM

Panglima Thailand yang Baru Kunjungi Panglima TNI-Wamenhan, Tinjau Fasilitas Koopssus TNI

Panglima Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand General Ukris Boontanondha
Panglima Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand General Ukris Boontanondha menerima paparan Dankoopssus TNI Mayjen Yudha Airlangga (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – TNI dan Royal Thai Armed Forces atau Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand memperkuat kerja sama di bidang latihan bersama (latma) dan pertukaran personel.

Penguatan kerja sama itu dibahas saat Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menerima kunjungan kehormatan atau courtesy call (CC) Panglima Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand General Ukris Boontanondha di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (8/7).

"Saya merasa senang melihat semangat kebersamaan dan saling pengertian yang terus tumbuh melalui latihan bersama, pertukaran personel, serta dialog strategis. Semoga sinergi ini semakin kokoh dan membawa manfaat yang lebih besar bagi kedua negara,” kata Agus kepada Ukris Boontanondha.

Baca Juga: Aviation Safety Meeting Perdana, TNI AU-Angkatan Bersenjata Rusia Perkuat Kerja Sama Lambangja

Agus juga menekankan komitmen TNI dalam mendukung implementasi politik luar negeri Indonesia bebas aktif melalui kerja sama pertahanan konstruktif dan kontribusi nyata dalam menjaga perdamaian, stabilitas, serta keamanan di kawasan ASEAN dan global.

Setelah pertemuan, Ukris Boontanondha meninjau fasilitas Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI di kompleks Mabes TNI.

Panglima Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand General Ukris Boontanondha
Wamenhan Donny Ermawan Taufanto menerima kunjungan kehormatan General Ukris Boontanondha (Foto: Dok. Kemhan RI)

Dalam kesempatan itu, Ukris Boontanondha menerima paparan Komandan Koopssus TNI Mayjen Yudha Airlangga.

Pada hari yang sama, Ukris Boontanondha juga mengunjungi Kementerian Pertahanan RI. Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto yang mewakili Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, menerima kunjungan kehormatan delegasi Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand tersebut.

Baca Juga: RIMPAC 2026: Marinir TNI AL Latihan Evakuasi dari Helikopter Jatuh di Hawaii

Dalam pertemuan dengan Wamenhan Donny, Ukris memperkenalkan diri sebagai pejabat baru pimpinan tertinggi militer Thailand.

Donny menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Ukris sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand.

“Wamenhan menegaskan bahwa Indonesia dan Thailand memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga stabilitas kawasan. Penguatan kerja sama, khususnya di bidang pertahanan, dinilai penting sebagai respons terhadap dinamika keamanan global saat ini,” tulis siaran pers Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI.

Ke depan, kerja sama bilateral dengan Thailand akan terus dipererat melalui pertukaran informasi, pelaksanaan latihan bersama, dan peningkatan kapasitas guna mendukung keamanan kawasan bersama negara-negara ASEAN.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.