Panglima Kostrad Tinjau Latihan Pratugas Timsus dan Latihan Terpusat Aarm-32

Jakarta, IDM – Panglima Kostrad, Letjen TNI Mohamad Hasan meninjau perkembangan latihan pratugas timsus dan latihan terpusat AARM-32, Selasa (22/10).
Dalam rilis yang diterima, Rabu (23/10), kegiatan dimulai dengan meninjau perkembangan latihan pratugas timsus di daerah latihan Situ Lembang Pusdiklatpassus yang dilanjutkan meninjau latihan terpusat tiap kecabangan AARM-32, automatic dart Pushubad, Dislitbangad, dan alat Nexxuz di Gunung Bohong, Cimahi serta menerima paparan perkembangan latihan menembak di Kolat AARM-32.
Baca Juga: TNI AD Rehab Rumah Veteran Pengusung Tandu Jenderal Sudirman
Selama kegiatan, Pangkostrad menyaksikan berbagai metode pelatihan, mulai dari simulasi hingga uji coba lapangan, yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional. Pangkostrad juga mengapresiasi partisipasi aktif prajurit dalam sesi latihan, yang menunjukkan dedikasi dan komitmen tinggi terhadap tugas.
Baca Juga: Lanud Iswahjudi Gelar Latihan Emergency Response Plan, Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel
Pangkostrad berharap latihan terpusat ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kemampuan dan solidaritas prajurit. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































