Panglima Kopassus Bertemu AHY Bahas Pembangunan Satuan Baru

Jakarta, IDM – Panglima Kopassus, Letjen TNI Djon Afriandi bertemu Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenkoinfra) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Dilansir dari unggahan instagram milik AHY, @agusyudhoyono, Kamis (18/12), pertemuan keduanya terkait dukungan infrastruktur dalam pengembangan satuan baru Kopassus.
Baca Juga: Jembatan Bailey Teupin Reudep Segera Pulihkan Akses Antarwilayah
"Ini meliputi kesiapan lahan dan rencana pembangunan fasilitas pendukung demi memenuhi tugas Kopassus termasuk perumahan untuk prajurit Kopassus. Akan kita kawal terus progresnya," kata AHY.
Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto resmi menambah tiga grup Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat (AD).
Baca Juga: Lima Hari Menjabat, Pangdam Merdeka Kunjungi Prajurit di Zona Merah Papua
Kini, total grup Kopassus berjumlah enam yang tersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Penambahan tiga grup Kopassus ini sejalan dengan konsep pertahanan pulau-pulau besar. Diharapkan pasukan elite tersebut dapat bergerak cepat menangani ancaman yang terjadi bekerja sama dengan komando daerah militer (kodam) masing-masing daerah. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































