Panglima Koopsudnas: Singergisitas Sipil-Militer Jaga Kedaulatan NKRI

Jakarta,IDM - Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) Marsdya TNI Andyawan Martono P membuka seminar nasional keamanan penerbangan TA. 2022 di GSG Leo Wattimena Makoopsudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (27/10).
Seminar yang bertajuk “Sinergisitas Sipil Militer Guna Meningkatkan Keamanan Penerbangan Nasional Dalam Rangka Menjaga Kedaulatan NKRI” ini diselenggarakan oleh Koopsudnas, bersama PT. Satya Mitra dan Yayasan Bela Negara.

“Saya berharap dapat terbangun komunikasi yang baik, sehingga dapat menciptakan sinergisitas yang solid antar sipil dan militer guna menjaga kedaulatan NKRI,” ungkap Andyawan dalam sambutannya seperti dikutip dari keterangan Penerangan Koopsudnas.
Baca: Tekan Angka Stunting, KSAD Kukuhkan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting Kota Medan
Sejumlah pejabat TNI dan Polri turut hadir dalam acara ini di antaranya Aspotdirga KSAU Marsda TNI Bowo Budiarto, Deputy Bid. Penindakan dan Pembinaan Kemampuan (BNPT) Irjen Pol. Ibnu Suhaendra, Staf Ahli Han Kan (BIN) Laksda TNI Ivan Yulian, dan Kapuslaiklambangjaau Marsda TNI Samsul Rizal. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































