HANKAM

Panglima AL Belanda Temui KSAL di Surabaya, Bahas Latihan Operasi hingga Pendidikan

Muhammad Ali dan Harold Liebregs
KSAL Laksamana Muhammad Ali menerima kunjungan kehormatan Panglima Angkatan Laut Belanda Laksamana Madya Harold Liebregs, di Markas Komando Koarmada II, Surabaya, Kamis (14/5). (Foto: Dok. Koarmada RI)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menerima kunjungan kehormatan Panglima Angkatan Laut Belanda Laksamana Madya Harold Liebregs, di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (14/5). Pertemuan ini bertepatan dengan sandarnya kapal perang jenis fregat kebanggaan Belanda, HNLMS De Ruyter (F 804), di Tanjung Perak.

Kedatangan kapal perang canggih dengan bobot kotor (gross tonnage) 6.050 ton tersebut disambut hangat oleh jajaran Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V. Kunjungan diplomasi ini menjadi momentum krusial bagi kedua negara untuk mempertajam kerja sama pertahanan di tengah dinamika maritim global yang kian kompleks.

Baca Juga: TNI AL Perluas Fungsi Simulasi Geladak Kapal Induk, Operasikan Heli untuk Misi SAR dan Logistik

Ali menekankan, kolaborasi kedua institusi mencakup berbagai aspek strategis. Selain fokus pada keamanan wilayah laut, kedua pihak sepakat meningkatkan profesionalisme prajurit melalui pertukaran ilmu dan pengalaman operasi di lapangan.

"Kerja sama strategis ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari bidang pertahanan dan latihan operasi, hingga program pendidikan yang bertujuan meningkatkan profesionalisme prajurit," ujar Ali menjelaskan substansi pertemuan tersebut, dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (15/5).

Jajaran Kodaeral V
Jajaran Kodaeral V saat menyambut kedatangan kapal perang jenis fregat milik Angkatan Laut Belanda, HNLMS De Ruyter (F 804), di Tanjung Perak, Kamis (14/5). (Foto: Dok. Kodaeral V)

HNLMS De Ruyter, yang memiliki kemampuan melaju hingga kecepatan 30 knot, membawa 169 personel awak kapal untuk menjalani misi persahabatan selama empat hari di Surabaya. Kehadiran kapal sepanjang 144 meter dengan sarat air (draught) 7,2 meter ini juga didampingi oleh Duta Besar Belanda Marc Gerritsen untuk memperkuat hubungan bilateral.

Baca Juga: 100 Tamtama TNI AD Resmi Alih Status Menjadi Bintara

Ali optimistis, dialog intensif ini tidak hanya memperkokoh hubungan antarangkatan laut, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas kawasan. Misi diplomasi maritim (naval diplomacy) ini diharapkan memberikan dampak positif jangka panjang bagi generasi mendatang di kedua negara.

Sebagai simbol penguatan hubungan, rangkaian kegiatan diakhiri dengan acara resepsi di atas geladak (deck reception) kapal HNLMS De Ruyter. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.