HANKAM

Pangkostrad Terima Kunjungan Commander Forces Command Australian Army

Pangkostrad Terima Kunjungan Commander Forces Command Australian Army
Pangkostrad Maruli Simanjuntak menerima kunjungan Commander Forces Command Australian Army, Major General Matthew Pearse, AM. (Dispenad)

Jakarta, IDM - Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak menerima kunjungan kehormatan (Courtesy Call) bersama Commander Forces Command Australian Army Major General Matthew Pearse, AM., di Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (20/10).

Dalam sambutannya, Maruli menyampaikan ucapan selamat datang dan rasa bangga karena telah dikunjungi Commander Forces Command Australian Army bersama rombongan.

Maruli juga mengatakan kepada Major General Matthew bahwa Kostrad memiliki tiga Divisi Infanteri, Yaitu Divisi Infanteri 1 berada di Cilodong, Divisi Infanteri 2 berada di Singosari Malang dan Divisi Infanteri 3 berada di Pakatto.

“Kostrad tidak hanya melakukan tugas pokok saja dalam tugas operasi militer perang, kita juga berpartisipasi dalam tugas OMSP (Operasi Militer Selain Perang). Seperti halnya saat ini kita ikut berperan serta dalam upaya membantu program pemerintah mengatasi krisis air bersih, hal ini sejalan dengan program dari TNI Angkatan Darat yaitu “TNI Manunggal Air,” kata Maruli.

Selain itu, lanjut Maruli, Kostrad juga banyak membantu masyarakat di Homebase maupun daerah operasi mendapatkan akses air bersih dengan membuat pompa-pompa hidrolik yang menggunakan metode dengan menyalurkan air bersih yaitu melalui memanfaatkan air gravitasi tanpa menggunakan listrik maupun dengan memanfaatkan teknologi sumur bor.

“Terkait Pelaksanaan tugas di wilayah Papua, selain dengan operasi tempur maka satuan Kostrad dalam upaya mencapai keberhasilan tugas tersebut juga dilaksanakan dengan pendekatan kesejahteraan, pendekatan ekonomi, pendekatan agama maupun pendekatan sosial budaya dalam rangka untuk memenangkan hati dan pikiran rakyat,” jelas Maruli.

Berikutnya terkait kerja sama pertahanan bilateral yang terjalin antara Indonesia dan Australia selama ini, Maruli mengatakan telah terjalin dengan sangat baik, hal ini adalah bukti hubungan antara kedua negara yang semakin kuat. Seperti halnya saat ini sedang dilaksanakan Latma WIRRAJAYA AUSINDO di Puslatpur Kodiklatad Baturaja pada Tanggal 10 sampai 23 Oktober 2022 mendatang yang melibatkan 181 orang prajurit Kostrad dan 96 orang AD Australia.

“Saya berharap kerja sama antara TNI AD khususnya Kostrad dengan AD Australia akan terus berlanjut dan berkembang pada kegiatan lainnya, sehingga dapat meningkatkan profesionalisme para prajurit kedua angkatan darat,” pungkas Pangkostrad.

Sementara itu, Major General Matthew Pearse, AM., mengatakan jika dirinya merasa terhormat dan bangga bisa berkunjung ke Markas Kostrad dan disambut dengan hangat oleh Pangkostrad beserta staf. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.