Pangkostrad Pastikan Peralatan Prajuritnya yang Akan ke Papua Sudah Canggih dan Mumpuni

Jakarta, IDM - Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak memastikan peralatan prajuritnya yang akan ke Papua sudah canggih dan mumpuni. Hal ini dikatakannya saat meninjau Pemeriksaan Kesiapan Operasi (Riksiapops) Yonif Para Raider 433/Julu Siri/3/3 Kostrad beberapa waktu lalu.
"Para prajurit harus fokus dalam tugas dan jangan pikiran ke mana-mana, peralatan yang ada sudah canggih dan mumpuni oleh karena itu latihkan dan gunakan dengan cermat, serta jangan arogan, membuat onar di luar yang bisa memalukan nama baik satuan," kata Pangkostrad.
Baca Juga: Masuk Wilayah Perompak Somalia, KRI Bima Suci Lakukan Peran Jaga Perang
Pangkostrad yang didampingi Panglima Divisi Infanteri 3 Kostrad, Mayjen TNI Choirul Anam juga mengatakan bahwa harus selalu mendekatkan diri kepada sang pencipta dan berdoa sebelum melaksanakan kegiatan serta Tingkatkan Naluri tempur dan disiplin tempur kalian.
"Jangan ragu bertindak, laksanakan tugas sesuai SOP," kata Maruli. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































