Pangkostrad: Masa Depan TNI AD Ada di Tangan Para Perwira!

Jakarta, IDM- Panglima Kostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak mengingatkan para perwira muda di Kostrad agar jangan pernah mengecilkan tugas dan tanggung jawab sebagai Perwira karena menurutnya seorang Perwira sangat berperan penting untuk kemajuan masa depan TNI Angkatan Darat khususnya Kostrad.
"Menjadi seorang Perwira itu membutuhkan proses, tidak ada Perwira yang tiba-tiba berprestasi, semua harus melalui proses belajar, berlatih dan mempunyai pengalaman dalam bekerja,” ujarnya saat pengarahan dan pembekalan kepada Pamen Gol. IV, V dan Pasis Dikreg LXII Seskoad TA 2022 bertempat di Executive Lounge, Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (19/10).
Lanjutnya peran penting seorang Perwira dibutuhkan, bagaimana mengatasi ancaman dari luar dihadapkan dengan perkembangan situasi dunia yang saat ini sudah berkembang pesat dengan kemajuan teknologi yang semakin maju.
"Ingat jangan sampai materi yang sudah diajarkan oleh Dosen/pengajar itu hanya asal lewat saja. Akan tetapi pelajaran tersebut harus diaplikasikan di dalam melaksanakan tugas pokok sesuai dengan jabatan masing-masing," tegas Maruli. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































