Pangkostrad Kirim Buku untuk Anak-anak di Papua

Nduga, IDM - Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak dan Kompas Gramedia mengirimkan buku untuk anak-anak di Papua. Buku tersebut langsung dibagikan prajurit Satgas Mobile Yonif 411/Pandawa Kostrad untuk SD Inpres Keneyam, Distrik Keneyam, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.
Baca Juga: Dipimpin Pangkoopsud II, Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Lakukan Serah Terima Jabatan

Dansatgas Mobile Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa Letkol Inf Subandi dalam keterangannya diterima Selasa, (24/10) mengatakan penyerahan ini merupakan program "Aku Baca" literasi nusantara yang merupakan sebuah gerakan berkesinambungan untuk memajukan literasi di Indonesia, khususnya dalam hal penumbuhan minat baca.
Baca Juga: 2 Kapal Destroyer Armada Pasifik milik AL Rusia Masuk ke Surabaya
"Hari ini ada 25 personil yang menyerahkan buku dipimpin oleh Pasiter Satgas Lettu Inf Sunariyo, setibanya di sekolah setelah bertemu dengan Kepala Sekolah SD Inpres Keneyam, kemudian personil yang dipimpin Bapak Teritorial Lettu Sunariyo menuju ruang kelas untuk memberikan buku tersebut secara simbolis kepada siswa-siswi, anak-anak antusias," kata Dansatgas. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































