Pangkostrad Beberkan Lima Modal Utama Menjadi Prajurit Kostrad

Jakarta, IDM - Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Gabungan Kostrad Ibu Eka M. Saleh Mustafa beserta rombongan melaksanakan kunjungan kerja di Brigif 20/IJK/3 Kostrad beberapa waktu lalu.
Dilansir keterangan Penkostrad, dalam kunjungan kerja kali ini, Pangkostrad menyampaikan pengarahan kepada prajuritnya bahwa pengabdian sebagai seorang prajurit terdiri dari lima aspek, yaitu moralitas yang berlandaskan keimanan dan ketaqwaan, loyalitas kepada pimpinan ataupun bawahan, profesionalitas dalam bekerja, kapabilitas dan integritas.
Baca Juga: Pantau Pengamanan Tahun Baru, Panglima TNI Pastikan Semua Wilayah Aman
"Sebagai prajurit Kostrad, modal utama prajurit adalah disiplin, jago perang, jago tembak, jago beladiri dan memiliki fisik prima," kata Pangkostrad
"Tingkatkan metode latihan seperti menembak, bela diri dan memelihara fisik, agar dalam melaksanakan tugas kedepan Satuan Jajaran Brigif 20/IJK/3 Kostrad mampu diandalkan di daerah operasi," tambah Pangkostrad.
Baca Juga: Dampingi Pj Gubernur Palembang, Danlanud SMH Pastikan Keamanan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin
Usai melaksanakan pengarahan, Pangkostrad berkesempatan bermain sepak bola bersama prajurit di lapangan sepak bola Iyako. "Jadikan olahraga ini sebagai hobi utama, salah satunya sepakbola, karena dari olahraga ini kita semua dapat memupuk kebersamaan dan kekompakan,” kata Pangkostrad. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































