Pangkostrad: 1 Hari Minimal Prajurit Harus Latihan 1 Jam Bela Diri

Jakarta, IDM - Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letjen TNI Maruli Simanjuntak meminta setiap prajurit harus memiliki kemampuan bela diri dengan baik, oleh karena itu dalam latihannya minimal 1 hari sempatkan waktu berlatih beladiri selama 1 jam.
Hal ini dikatakannya saat memberikan pengarahan kepada Prajurit Yonif Para Raider 328 Kostrad di Cilodong, Depok beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Gelar Bakti Sosial Hari Bakti TNI AU, Danlanud SMH: Bantu Masyarakat yang Membutuhkan
"Prajurit Yonif Para Raider 328/Dirgahayu harus menjaga Fisik agar tetap prima, mahir menembak dan juga beladiri. Diharapkan prajurit mampu mencapai tingkatan sabuk hitam,” kata Maruli.
Lanjut Jenderal bintang dua ini, bahwa kemajuan zaman saat ini berkembang begitu cepat sehingga setiap prajuritnya harus mampu beradaptasi dengan baik dengan tetap memiliki disiplin yang tinggi baik di dalam maupun di luar satuan.
"Saya yakin dan percaya bahwa satuan Yonif Para Raider 328 Kostrad tetap menjadi satuan yang mampu membanggakan Kostrad dan juga Angkatan Darat,” kata Maruli.
Baca Juga: Selami Perairan Cilacap, Kopaska Cari Sisa Amunisi Bekas Perang Dunia II
Setelah memberikan pengarahan, Pangkostrad dan rombongan berkesempatan melaksanakan foto Bersama dengan prajurit Yonif Para Raider 328 Kostrad.
Turut hadir mendampingi kunjungan ini diantaranya Kaskostrad, Pangdivif 1 Kostrad, Seluruh Asisten Kaskostrad, Kasdivif 1K, Asintel Kasdivif 1 K, Aslog Kasdivif 1 Kostrad, Kakum Kostrad, Danbrigif 17 Kostrad, Dandenpom Kostrad dan Dandenpom Divif 1 K. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































