Pangkormar Tinjau Inhan Lokal, Dorong Inovasi Alutsista untuk Marinir

Jakarta, IDM – Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi mengunjungi salah satu industri pertahanan dalam negeri yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/8).
Endi meninjau proses produksi alutsista yang dikerjakan para tenaga ahli muda dari PT Hariff Dipa Persada.
Perusahaan tersebut diketahui mengembangkan sejumlah sistem penting, di antaranya Battlefield Management System (BMS) CY-16H, Datalink CY-16H, hingga sistem optik Binocular dan Targeting System YWP-22H. Produk telah digunakan pada kendaraan tempur TNI AD, seperti Leopard, medium tank, dan Anoa.
Baca Juga: Atase Pers Kedubes AS Datangi Puspen TNI, Bahas Super Garuda Shield 2025
Selain itu, perusahaan juga tengah menyiapkan inovasi berbasis kecerdasan buatan dan realitas virtual untuk pelatihan misi, serta menjalin kerja sama dengan PT Dahana dalam pengembangan senjata latih lawan tank. Bahkan, kolaborasi strategis dengan Naval Group Prancis juga dilakukan untuk memperkuat kemampuan maritim Indonesia melalui teknologi komunikasi taktis dan sistem kontrol pertahanan.
"Tenaga-tenaga ahli generasi muda bangsa ini dapat membuat produk militer yang tak kalah dari luar negeri karena produk dirancang sejak awal sesuai geografis dan kemampuan adaptasi dengan cara operasi dan doktrin," ujarnya, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Jumat (22/8).
Endi juga menerima penjelasan mengenai kemampuan produksi, teknologi yang digunakan, hingga potensi produk yang dapat mendukung kebutuhan operasional Korps Marinir.
Baca Juga: TNI AU dan TUDM Perkuat Kerja Sama Lewat SMEE C-130 Hercules di Skadron Udara 31
"Ini menjadi langkah positif dalam memperkuat hubungan antara Korps Marinir dan industri pertahanan, meningkatkan kemampuan serta kesiapan operasional prajurit saat bertugas," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Hariff Dipa Persada Adi Nugroho menyatakan pihaknya siap mendukung Korps Marinir melalui produk dan inovasi yang dimiliki.
"Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan dapat terjalin kerja sama yang saling menguntungkan dan meningkatkan kontribusi industri pertahanan dalam mendukung tugas-tugas Korps Marinir," kata Adi. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































