Pangkoopsudnas Tinjau Latihan Petir dan Cakra 2025 di Satrudal 111

Jakarta, IDM – Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi meninjau pelaksanaan Latihan Petir dan Cakra 2025 yang digelar di Satuan Rudal (Satrudal) 111, Teluk Naga, Tangerang, Senin (21/4).
Latihan Petir dan Cakra 2025 merupakan agenda latihan rutin yang digelar oleh Komando Sektor Ibukota Negara (Kosek IKN) Jakarta, sebagai satuan jajaran di Koopsudnas. Sejumlah satuan yang terlibat dalam latihan ini meliputi Satuan Radar (Satrad) 211 Tanjung Kait dan Satuan Rudal (Satrudal) 111 Teluk Naga Tangerang.
Baca Juga: Rencana TNI AL Kirim KRI Brawijaya-320 untuk Parade Angkatan Laut Rusia 2025
Adapun jenis alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dikerahkan dalam latihan ini yaitu pesawat tempur F-16 Fighting Falcon asal Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, Magetan.

“Latihan pertahanan udara tersebut digelar untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan satuan jajaran Kosel IKN dalam menghadapi potensi ancaman udara, khususnya di wilayah strategis Ibu Kota Negara, untuk mewujudkan sistem pertahanan udara nasional (Sishanudnas) yang andal,” tulis Penerangan Koopsudnas dikutip Selasa (22/4).
Baca Juga: Wakasau Eksplorasi Teknologi dan Inovasi Turki untuk Perkuat Sistem Pertahanan TNI AU
Untuk itu, Latihan Petir dan Cakra 2025 akan difokuskan pada pengujian kesiapan operasi dan sistem komando, kendali, komunikasi dalam menghadapi ancaman udara secara real-time. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































