HANKAM

Pangkoopsudnas: Latihan Brahmastra Perkasa untuk Validasi Doktrin dan Tolok Ukur Ancaman Multidomain

Pangkoopsudnas Marsdya TNI Minggit Tribowo
Pangkoopsudnas Marsdya TNI Minggit Tribowo meninjau latihan Brahmastra Perkasa 2026. (Foto: Dok. Koopsudnas)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara selesai menggelar Latihan Matra Udara II Koopsau “Brahmastra Perkasa” Tahun Anggaran 2026. Penutupan latihan dipimpin Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsdya TNI Minggit Tribowo di Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur, Jumat (10/7).

Marsdya Minggit mengatakan, latihan “Brahmastra Perkasa” Koopsau merupakan wahana strategis untuk menguji kesiapan komando dan kendali, interoperabilitas antarsatuan, kecepatan pengambilan keputusan militer, serta kemampuan jajaran dalam menggelar operasi udara terpadu.

Baca Juga: Pangkogabwilhan III: Data Analisis Intelijen, Penyelundupan Ganja di Bandara Sentani Modus Logistic Funding OPM

“Selain menjadi sarana validasi doktrin, prosedur, dan interoperabilitas operasi udara, latihan juga menjadi tolak ukur kesiapan Koopsudnas dalam menghadapi berbagai spektrum ancaman multidomain masa depan,” ujar Minggit dalam keterangan pers Pen Koopsdunas, dikutip Minggu (12/7).

Pangkoopsudnas Marsdya TNI Minggit Tribowo
Latihan memanfaatkan beragam platform pesawat TNI. (Foto: Dok. Koopsudnas)

Adapun latihan “Brahmastra Perkasa” 2026 memanfaatkan beragam platform pesawat TNI. Seluruh jenis pesawat diharapkan dapat terlibat sehingga mampu meningkatkan pemahaman terhadap taktik, penggunaan aset, prosedur, serta berbagai konsiderasi dalam perencanaan dan pelaksanaan operasi udara.

Baca Juga: Pasukan Marinir RI dan Militer AS Kepung Kelompok Musuh di Hawaii

Latihan diarahkan untuk meningkatkan koordinasi dan kerja sama antara para penerbang, fighter control, serta Joint Terminal Attack Controller (JTAC), sehingga terbangun sinergi yang semakin baik dalam mendukung keberhasilan operasi udara.

Latihan dimulai dengan geladi lapangan pada Rabu (8/7). Unsur pelaku berasal dari satuan-satuan jajaran Koopsau yang melibatkan seluruh Grup dan Kosek. Kekuatan latihan didukung oleh 17 Skadron Udara yang terdiri atas sepuluh Skadron Udara di Lanud Iswahjudi, enam Skadron Udara di Lanud Abdulrachman Saleh, dan satu Skadron Udara di Lanud Supadio. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.