HANKAM

Pangkoopsud II Tinjau Lokasi Groundbreaking Satrad Takalar: Tingkatkan Pengawasan Udara

Pangkoopsud II.
Pangkoopsud II Marsda TNI Deni Hasoloan beserta jajaran meninjau langsung lokasi ground breaking pembangunan Satrad Takalar. (Foto: Dok. Instagram @koopsud.II)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) berencana untuk membangun Satuan Radar (Satrad) yang berlokasi di Takalar sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pengawasan udara secara berkelanjutan.

Untuk itu, Panglima Komando Operasi Udara (Pangkoopsud) II Marsda TNI Deni Hasoloan beserta sejumlah pejabat Koopsud II berkesempatan untuk meninjau langsung lokasi groundbreaking pembangunan Satrad tersebut. Peninjauan dilakukan dengan menggunakan Helikopter HT-7205.

Baca Juga: Para Kolonel Mabes TNI Berkumpul Bahas Program Asta Cita Presiden RI

Melansir keterangan Penerangan Koopsud II, Kamis (9/1) dalam instagram @koopsud.II dijelaskan, rencana groundbreaking pembangunan Satrad Takalar dilakukan di Air Weapon Range (AWR) Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

“AWR Takalar merupakan salah satu area latihan penting yang digunakan untuk latihan penembakan udara ke darat bagi pesawat tempur dan helikopter, serta berbagai kegiatan latihan militer lainnya,” jelas Penerangan Koopsud II.

Pangkoopsud II.
Pangkoopsud II Marsda TNI Deni Hasoloan beserta jajaran meninjau langsung lokasi ground breaking pembangunan Satrad Takalar dengan menggunakan helikopter HT-7205. (Foto: Dok. Instagram @koopsud.II)

Pada kesempatan yang berbeda, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono mengungkapkan rencana hadirnya 25 radar baru yang akan semakin memperkokoh kekuatan TNI AU. “Penambahan radar kita rencanakan. TNI AU akan mendapatkan 25 (radar), 13 menggantikan yang existing dan 12 (radar) itu lokasi baru,” jelas KSAU usai acara ‘Sambung Rasa Kasau dengan Pemred Media Massa’ yang digelar di Mabesau, Jakarta pada akhir Desember 2024.

Baca Juga: Terlibat Operasi Tameng Ghora-25, Pesawat P-8203 Patroli Maritim di Sabang

Pembangunan lokasi radar (site radar) yang baru, lanjut KSAU, akan dilakukan secara bertahap di tahun 2025 dan ditargetkan selesai pada tahun 2029. “Pembangunan (site radar) kita mulai dulu sesuai dengan prioritas. Di tahun 2025 ini (radar) yang akan datang di Takalar dan Banjarmasin,” kata Tonny. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.