Pangkoopsud II: Pahami dan Laksanakan Tugas Pengamanan VVIP Presidensi G20 Dengan Baik

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) menjadi salah satu unsur militer yang mengemban tugas operasi pengamanan VVIP Presidensi G20. Amanat ini merupakan tugas negara berskala internasional sehingga seluruh personel TNI AU yang terlibat perlu memahami tugas agar nantinya dapat melaksanakan tugas dengan baik.
Demikian ditegaskan Panglima Komando Operasi Udara (Pangkoopsud) II Marsekal Muda TNI Widyargo Ikoputra selaku Komandan Satuan Tugas Udara (Dansatgasud) Pengamanan VVIP Presidensi G20 saat memimpin briefing dan latihan kesiapsiagaan operasional Komando Operasi Udara II dalam pengamanan bandara/pelabuhan/pangkalan TNI di Base Ops Pangkalan TNI AU I Gusti Ngurah Rai, Bali, Minggu (06/11).
Baca:Lantamal III Sambut Dua Kapal Perang Iran di Pelabuhan Tanjung Priok
Melansir keterangan Dispenau, TNI AU mengerahkan dua Satuan Tugas (Satgas) dalam pengamanan Presidensi G20 yakni Satgas Udara dan Satgas Pam Bandara/Pelabuhan/Pangkalan TNI, di mana pada kesempatan yang sama Asisten Operasi (Asops) Kaskoopsud II juga turut menyampaikan kesiapan Satgas jelang penugasan tersebut. (yas)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































