Pangkoopsau Soroti Peran Penting Grup 3 Tempur: Kekuatan TNI AU dalam Operasi Udara

Jakarta, IDM – Panglima Komando Operasi Udara (Pangkoopsau) Marsda TNI Djoko Hadipurwanto menegaskan bahwa Grup 3 Tempur merupakan salah satu kekuatan utama TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam melaksanakan operasi udara dan menjaga kedaulatan wilayah udara nasional.
Penegasan tersebut disampaikan Pangkoopsau saat memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Komandan Grup 3 Tempur Koopsau dari Marsma TNI David Yohan Tamboto kepada Marsma TNI Sidik Setiyono di apron Skadron Udara 15, Lanud Iswahjudi, Magetan, Rabu (14/10).
Menurut Marsda TNI Djoko, peran strategis Grup 3 Tempur itu yang kemudian menuntut kesiapan operasional tinggi. "Satuan pesawat tempur memiliki karakteristik tugas yang menuntut kecepatan, ketepatan, daya tangkal, kemampuan respons yang tinggi, serta kesiapan operasional setiap saat," ungkap dia dikutip dari unggahan instagram @koopsau_news, Kamis (15/10).
Baca Juga: Presiden Prabowo Sampaikan Pesan Khusus di HUT ke-81 Zeni TNI AD
Oleh karena itu, ia mengingatkan seluruh jajaran Grup 3 Tempur untuk senantiasa menjaga kesiapan personel, meningkatkan profesionalisme prajurit, dan mempertahankan kemampuan satuan dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis.
Kesiapan tersebut juga perlu didukung oleh kemampuan TNI AU dalam mengantisipasi perkembangan teknologi pertahanan. Dalam hal ini, modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) menjadi bagian penting untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udara sekaligus memperkuat pelaksanaan tugas operasional.

Sejalan dengan hal tersebut, Pangkoopsau meminta jajaran Grup 3 Tempur memanfaatkan modernisasi alpalhankam untuk meningkatkan kemampuan satuan secara menyeluruh.
Upaya tersebut mencakup peningkatan kesiapan operasional, kualitas sumber daya manusia, serta penguasaan teknologi agar personel mampu mengoperasikan dan mengoptimalkan kemampuan alutsista yang dimiliki.
Pada kesempatan yang sama, Pangkoopsau berpesan menekankan pentingnya kepemimpinan yang mampu mendorong peningkatan profesionalisme, disiplin, dan kesiapan operasional prajurit kepada Marsma TNI Sidik Setiyono selaku Komandan Grup 3 Tempur yang baru.
Selain itu, komandan baru diharapkan dapat membawa satuan beradaptasi dengan perubahan lingkungan strategis dan perkembangan teknologi peperangan modern.
"Melalui pergantian kepemimpinan ini, Grup 3 Tempur Koopsau diharapkan semakin memperkuat kesiapan operasional dan profesionalisme personel, sehingga mampu mengoptimalkan perannya dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI AU menjaga kedaulatan wilayah udara nasional," pungkas Pangkoopsau.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































