Pangkoarmada II Terima Kunjungan Kerja Tim Koordinasi Percepatan Modernisasi Alutsista

Jakarta, IDM - Pangkoarmada II Laksamana Muda TSNB Hutabarat menerima kunjungan kerja tim koordinasi Percepatan Modernisasi Alutsista Letjen TNI (Purn) AM Putranto di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (30/11).
Dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Jumat (1/12), kunjungan kerja AM Putranto tersebut, sebagai bentuk silaturahmi sekaligus koordinasi dengan TSNB Hutabarat terkait percepatan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang digunakan dalam berbagai pelaksanaan operasi dan latihan oleh Koarmada II.

Pada kesempatan tersebut, TSNB Hutabarat menyambut baik kedatangan tim koordinasi Percepatan Modernisasi Alutsista dan selanjutnya memberikan informasi-informasi mengenai alutsista yang dimiliki oleh Koarmada II dalam mendukung keberhasilan tugas-tugas TNI AL.
Baca: Pesan Kasum TNI dan Wakil KSAL ke Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL
Kegiatan ini merupakan bentuk perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono dalam menjalin soliditas dengan segenap komponen pertahanan dan keamanan negara menuju sinergitas dalam kesemestaan. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































