Pangdivif 2 Kostrad: Jangan Jadikan TNI untuk Kejar Gaya Hidup, tetapi Jalan Pengabdian

Jakarta, IDM – Menjadi seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) bukanlah sekadar pekerjaan, tetapi juga sebuah kehormatan dan menjadi bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.
Pesan tersebut disampaikan Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun saat meninjau Brigif 9/DY dan Yonif 509/BY di Jember, Jawa Timur, Rabu (26/8).
Ia mengatakan, seorang prajurit harus menjalani kehidupan militer dengan penuh kesadaran dan ketulisan hati.
Baca Juga: Tangis Bahagia Orang Tua Sambut Kelulusan 293 Calon Bintara TNI AD
“Jangan pernah menjadikan TNI hanya sebagai tempat bekerja, mengejar gaya hidup atau memenuhi ambisi pribadi,” kata Primadi dikutip, Jumat (28/8).
Untuk itu, para prajurit perlu memahami bahwa berbagai pelanggaran yang muncul, diawali dari kurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai kehidupan militer, sikap tidak profesional saat bertugas, persoalan ekonomi, hingga kurangnya komunikasi yang baik di dalam keluarga.
“Jangan pernah berpikir bahwa pelanggaran hanya berdampak sesaat,” ujar Primadi.
Menurutnya, setiap pelanggaran tidak hanya berdampak pada karier prajurit, tetapi juga dapat merusak kepercayaan keluarga, mengganggu masa depan, serta menurunkan kepercayaan masyarakat.
Baca Juga: Pesawat Tempur F-16 Terbang di Langit Jakarta, TNI AU: Persiapan untuk Merdeka Run 2026
“Ketika kehormatan seorang prajurit hilang, yang ikut merasakan dampaknya adalah keluarga. Kepercayaan masyarakat berkurang dan beban kehidupan terus meningkat,” tegasnya.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Primadi turut meninjau berbagai aspek pembinaan satuan, mulai dari fasilitas pangkalan, kesejahteraan prajurit, ruang makan, hingga kemampuan menembak sebagai bagian dari upaya menjaga profesionalisme dan kesiapan operasional.
Pangdivif 2 Kostrad juga meresmikan kolam renang Yonif 509/BY Kostrad sebagai sarana pembinaan fisik prajurit sekaligus fasilitas yang diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Jember.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































