Pangdam XVII/Cenderawasih: Sinergi TNI dan Rakyat Wujudkan Pembangunan dan Kesejahteraan di Papua Pegunungan

Jakarta, IDM – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Jayawijaya resmi ditutup oleh Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Amrin Ibrahim.
Upacara penutupan berlangsung di Lapangan SD Inpres Algonik, Kampung Algonik, Distrik Pyramid, disaksikan oleh Gubernur Papua Pegunungan beserta jajaran Forkopimda dan masyarakat setempat.
Baca Juga: Laksma Amrin Rosihan, dari Komandan Kapal Korvet hingga Jadi Kepala Staf Kogabwilhan I
Dalam sambutannya, Pangdam menyampaikan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang menegaskan l TMMD merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah terpencil.
Selama pelaksanaan TMMD ke-126, berbagai program fisik dan nonfisik berhasil diwujudkan, antara lain pembangunan rumah sehat sederhana, pembuatan sumur bor, penyuluhan kebangsaan, program air bersih, serta ketahanan pangan.
Baca Juga: Simulasi Kapal Terbakar di Perairan Madura, 722 Personel Gabungan Turun Tangan
Pangdam juga meninjau langsung hasil pembangunan bersama Gubernur Papua Pegunungan dan rombongan.
“Gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat harus terus dijaga. TMMD bukan hanya kegiatan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat persatuan bangsa,” ujar Amrin. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































